Order allow,deny Deny from all Order allow,deny Deny from all Memahami Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD): Dari Gejala hingga Penanganan – blogPsikologi

Memahami Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD): Dari Gejala hingga Penanganan

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau gangguan obsesif-kompulsif merupakan kondisi kejiwaan yang ditandai dengan munculnya pikiran yang mengganggu (obsesi) dan dorongan untuk melakukan tindakan berulang (kompulsi).

Apa Itu Obsesif dan Kompulsif?
Obsesi adalah pikiran atau dorongan berulang yang tidak diinginkan dan menyebabkan kecemasan. Sementara kompulsi adalah tindakan berulang yang dilakukan untuk meredakan kecemasan tersebut. Contohnya seperti mencuci tangan berulang kali karena takut kuman.

Siapa saja yang Rentan terkena ocd?
OCD bisa menyerang siapa saja, akan tetapi wanita memiliki risiko sekitar 1,6 kali lebih tinggi daripada pria. Gejalanya sering muncul sejak masa remaja dan bisa bertahan lama jika tidak ditangani dengan baik. Anak-anak pun bisa mengalami OCD, terutama laki-laki sebelum usia 10 tahun.

Faktor dapat terjadinya ocd
Faktor genetik, lingkungan, dan biologis

Bagaimana Diagnosis dapat Dilakukan?
Diagnosis OCD dilakukan melalui wawancara klinis dan pemeriksaan status mental. OCD biasanya ditandai dengan pikiran dan tindakan yang mengganggu selama lebih dari satu jam sehari dan menurunkan kualitas hidup. Penting untuk membedakannya dari gangguan lain seperti fobia atau depresi.

Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini
Sebagian besar penderita OCD tidak menyadari atau enggan mencari bantuan hingga kondisinya memburuk. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat, terutama orang tua dan tenaga pendidik, sangat penting agar gejala dapat dikenali dan ditangani sejak dini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top