Berdasarkan penelitian oleh Putri Anisahwati | Dirangkum oleh Najwa Humayro’
Menunda tugas seperti tesis atau disertasi bukan selalu karena malas. Ada faktor-faktor psikologis yang tersembunyi di baliknya, dan dua di antaranya adalah perfeksionisme dan dukungan sosial.
Penelitian di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menemukan bahwa mahasiswa yang perfeksionis — terutama yang suka menuntut kesempurnaan dari orang lain (other-oriented perfectionism) — cenderung lebih sering menunda tugas akademik mereka. Ketika bantuan dari teman atau orang lain tidak sesuai dengan standar pribadi mereka yang tinggi, akhirnya mereka memilih untuk terus menunda pekerjaan.
Menariknya, dukungan dari lingkungan sekitar juga bisa menjadi bumerang. Bantuan nyata seperti jasa atau materi (tangible support) bukannya mempercepat pekerjaan, malah membuat mahasiswa merasa nyaman dan menunda lebih lama. Sebaliknya, bentuk dukungan emosional seperti appraisal support (kesediaan mendengar curhatan dan memberikan masukan) serta self-esteem support (memberikan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri) terbukti mampu menurunkan kecenderungan untuk menunda.
Secara keseluruhan, faktor perfeksionisme dan dukungan sosial ini menjelaskan sekitar 25% dari perilaku prokrastinasi akademik.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Kalau Kamu merasa tugas akhir tak kunjung selesai karena mengejar kesempurnaan, mungkin saatnya untuk sedikit mengendurkan standar. Menyelesaikan lebih baik daripada menunggu “sempurna.”
Begitu juga dengan bantuan dari sekitar jangan terlalu bergantung, dan pastikan dukungan yang Kamu terima benar-benar mendorong Kamu untuk bergerak maju.
Tips Praktis:
1.Buat Jadwal yang Realistis dan Disiplin
2.Kurangi Ekspektasi berlebih terhadap orang lain
3.Fokus pada kemajuan, tujuan dan bukan pada kesempurnaan
4.Kamu bisa mencari teman yang dapat mendukung emosional dan prosesmu