membahas konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai pendekatan bimbingan kepribadian dalam membentuk sikap jujur mahasiswa BKI. Kejujuran penting dimiliki calon konselor agar mampu menjalankan tugas dengan amanah. Melalui metode pembiasaan (conditioning), tazkiyatun nafs diinternalisasi lewat praktik zikir, ibadah, taubat, sabar, muhasabah, dan doa.
Tazkiyatun nafs berarti menyucikan jiwa dari penyakit hati dan menumbuhkan akhlak mulia. Dalam konteks pendidikan, pembiasaan nilai kejujuran dilakukan secara berulang dengan bimbingan spiritual. Konselor berperan sebagai pengingat nilai ilahiah, membantu mahasiswa menjaga kesucian hati dan perilaku
Kesimpulan
Pembentukan sikap jujur membutuhkan pembiasaan yang konsisten. Bimbingan tazkiyatun nafs memberi dasar spiritual bagi mahasiswa agar kejujuran menjadi bagian dari karakter mereka sebagai calon konselor islami.