Penulis : Rahmad Fadhilla dan Anggita Pratiwi Siregar
Pertemanan merupakan bagian penting dalam kehidupan remaja. Namun, tidak semua hubungan pertemanan membawa dampak positif. Lingkungan pertemanan yang toxic ditandai dengan perilaku manipulatif, bullying, pengucilan, serta tekanan emosional, dapat menyebabkan stres, kecemasan, depresi, hingga perilaku menyakiti diri sendiri.
Remaja dalam lingkungan seperti ini sering kehilangan rasa percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, dan mengalami gangguan dalam perkembangan emosional maupun akademik. Tidak hanya itu, kurangnya dukungan dari keluarga dan respons lambat dari sekolah juga memperparah dampak negatif tersebut.
Tips Praktis Mengatasi Pertemanan Toxic pada Remaja
1 . Kenali Tanda-tandanya
2 . Bangun Kepercayaan diri
3 . Berani Berkata ” Tidak “
4 . Cari Dukungan
5 . Libatkan Lingkungan Sekitar
Kesimpulannya
Menghindari pertemanan toxic bukan hanya tentang menjauhi teman negatif, tapi juga tentang membangun ketahanan mental, harga diri, dan lingkungan yang mendukung. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat krusial dalam membantu remaja tumbuh secara sehat secara emosional dan sosial.