
Buku Internasional
- “The Power of Negative Thinking” – Oliver Burkeman
(Mengapa memaksa diri selalu positif justru kontraproduktif, dan keajaiban pesimisme yang sehat.) - “Bright-Sided: How Positive Thinking is Undermining America” – Barbara Ehrenreich
(Kritik tajam terhadap budaya “positive thinking” yang mengabaikan realitas.) - “The Gifts of Imperfection” – Brené Brown
(Belajar menerima kerapuhan dan berhenti menuntut diri selalu “semangat”.) - “Everything Isn’t Terrible” – Dr. Kathleen Smith
(Cara menghadapi emosi sulit tanpa terjerat toxic positivity.) - “No Cure for Being Human” – Kate Bowler
(Memoar tentang menerima ketidaksempurnaan hidup setelah diagnosis kanker.)
Buku Karya Penulis Indonesia
- “Anti Panik: Panduan Kesehatan Mental untuk Remaja” – Tim Bengkel Hati
(Membahas bahaya memendam emosi dengan dalih “harus kuat”.) - “Happy Misery” – Ivan Aulia Ahsan
(Esai satir tentang tekanan sosial untuk selalu terlihat bahagia.) - “Self Healing: Seni Memulihkan Diri” – Prita Yulia Maharani
(Bagian “Boleh Tidak Bahagia” mengajak pembaca jujur pada perasaan.) - “Luka, Bukan Lukisan” – Nadya Karima
(Puisi tentang legitimasi rasa sakit tanpa perlu dibungkus motivasi palsu.) - “Rentang Kisah” – Gita Savitri
(Bagian di mana penulis bercerita tentang tekanan “harus produktif” di media sosial.)
Buku dengan Pendekatan Spiritual/Islami
- “Rawatlah Jiwamu Sebelum Menjadi Sakit” – Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid
(Mengajak mengakui kesedihan sebagai bagian dari fitrah manusia dalam Islam.) - “Tuhan, Izinkan Aku Marah” – M. Anwar Djaelani
(Legitimasi emosi negatif dalam perspektif agama.)